Tuesday, October 10, 2006

Sendang Jodoh

Karena saya berasal dari daerah sana (Mrapen), maka sedikit cerita tak bagi mengenai Mrapen.

Setelah jatuhnya kerajaan majapahit oleh Demak, maka terjadi perpindahan massal dari kotaraja majapahit ke demak. Salah satu rombongan terdiri dari para mantan abdi dalem majapahit dan sanak keluarganya, tetapi yang memimpin rombongan ini adalah Sunan Kalijaga. Pada saat tiba di dusun manggarmas, rombongan istirahat untuk melepas lelah. Saat mau berangkat lagi ada keanehan, dimana batu tumpak bekas salah satu tiang kerajaan mapjapahit tidak kuat lagi dibawa oleh rombongan tersebut, wlalupun sudah berusaha diangkat oleh 12 orang kuli angkut. Atas perintah Sunan Kalijaga batu tersebut akhirnya ditinggal. Tetapi untuk menunggunya di perintahkan empu supo untuk tetap tinggal di daerah tersebut.
Karena bosan menunggu batu, empu supo berjalan sedikit arah selatan dari posisinya, dia melihat sebuah sendang (oleh penduduk setempat dinamai sendang jodho). Melihat air yang bersih di sendang tersebut membuat empu supo ingin mandi, tetapi pada saat dia mendekati sendang dilihatnya ada seekor kijang yang lagi mandi. Sungguh kaget empu supo, ternyata kijang tersebut berubah menjadi seorang gadis cantik. Setelah ditanya ternyata dia seoarng gadis yang sedang bertapa di sendang tersebut dan bernama dewi rosowulan. Akhirnya keduanya berjodoh dan berjanji mengikat diri sehidup semati.
Empu Supo dan Dewi Rosowulan menjadi simbol ambalan SMA Negeri Mrapen (sekarang di sebut SMU Negeri 1 Godong) sampai saat ini.