Friday, June 15, 2007

Bagaimana menghadapi masalah?

Dalam kehidupan, orang tidak akan pernah lepas dari suatu masalah, yang sudah tidak mempunyai masalah lagi adalah orang yang sudah meninggal. Jadi dalam hal ini kehidupan itu sendiri adalah suatu masalah.
Dalam filosofi Jawa, dalam menghadapi masalah ini kita dapat menrapkan 2 hal untuk dapat mengatasinya.
Yang pertama kita harus tatag, teteg, titis, titen. Arti kata satu persatu adalah sebagai berikut :
  • tatag, berarti ketika mendapat masalah kita harus berani menghadapinya, tidak menghindarinya. Yang terpenting adalah berusaha untuk menyelesaikannya.
  • teteg, berarti kita harus tabah menjalaninya, agar ketika kita menyelesaikan masalah tersebut tidak berdasrkan emosi sesaat, saja, tapi benar-benar merupakan solusi yang paling pas untuk masalah tersebut.
  • titis, artinya menyelesaikan masalah langsung pada permasalahannya, tidak seperti pepatah "mau menangkap tikus dengan cara membakar rumah". Jadi seperti menangkap ikan tetapi air tidak keruh.
  • titen, berarti kita harus temu kenali masalah dengan baik, jangan-jangan kita merasa masalah sudah selesai, tapi yang sebenarnya masih belum tuntas.
Yang kedua adalah rereh- ririh, yang berarti adalah sebagai berikut :
  • rereh, berarti menerima dan menyelesaikan masalah dengan hati yang tenang dan sabar, agar tidak terburu napsu.
  • ririh, berati menyelesaikan masalah tidak terburu-buru, tapi pasti. Dalam filosofi Jawa yang lain disebutkan "alon-alon waton kelakon" (pelan-pelan asal selamat).
Demikian tulisan ini semoga bisa membantu.

No comments: