Dalam filosofi Jawa, dalam menghadapi masalah ini kita dapat menrapkan 2 hal untuk dapat mengatasinya.
Yang pertama kita harus tatag, teteg, titis, titen. Arti kata satu persatu adalah sebagai berikut :
- tatag, berarti ketika mendapat masalah kita harus berani menghadapinya, tidak menghindarinya. Yang terpenting adalah berusaha untuk menyelesaikannya.
- teteg, berarti kita harus tabah menjalaninya, agar ketika kita menyelesaikan masalah tersebut tidak berdasrkan emosi sesaat, saja, tapi benar-benar merupakan solusi yang paling pas untuk masalah tersebut.
- titis, artinya menyelesaikan masalah langsung pada permasalahannya, tidak seperti pepatah "mau menangkap tikus dengan cara membakar rumah". Jadi seperti menangkap ikan tetapi air tidak keruh.
- titen, berarti kita harus temu kenali masalah dengan baik, jangan-jangan kita merasa masalah sudah selesai, tapi yang sebenarnya masih belum tuntas.
- rereh, berarti menerima dan menyelesaikan masalah dengan hati yang tenang dan sabar, agar tidak terburu napsu.
- ririh, berati menyelesaikan masalah tidak terburu-buru, tapi pasti. Dalam filosofi Jawa yang lain disebutkan "alon-alon waton kelakon" (pelan-pelan asal selamat).
No comments:
Post a Comment