Thursday, June 28, 2007

Kecerdasan vs Ketrampilan

Ceritanya begini, Si A yang saat kuliah ber IPK rendah, merasa IPK tinggi tidak diperlukan di dunia kerja, tapi ketrampilanlah yang menentukan. Si A mengambil contoh Si B yang ber IPK tinggi, saat masuk kerja pertama kali terlihat bloon dan tidak bisa kerja, sementara si A yang ber IPk rendah langsung bisa tune in dengan kerjaan. Alasan kenapa si A ber IPK rendah, karena saat kuliah dia tidak hanya mikirin pelajaran saja, tetapi dia banyak bergaul dengan orang-orang praktisi, sehingga biarpun IPK-nya rendah tetapi dia sudah punya bekal ketrampilan yang langsung tune in dengan pekerjaan.
Nah benarkah IPK tinggi tidak begitu dibutuhkan saat kerja? Bukankah kita selalu melihat bahwa IPK dijadikan tolok ukur suatu perusahaan untuk menerima karyawannya?
Menurut saya, memang tolok ukur terdefinisi yang paling mudah untuk menerima fresh graduate adalah IPK, karena IPK menunjukan bahwa orang tersebut ketika mengerjakan sesuatu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan all out. Hal ini terbukti dengan nilai yang diperolehnya tinggi. Sehingga saat memasuki dunia kerja, memang kemungkinan untuk pertama kalinya apa yang diperoleh dari kuliah tidak bisa diterapkan begitu saja, tetapi dengan kesungguhan dan all out-nya pasti akan membantu dia untuk memahami posisi dan sikon di lingkungan kerja.

Bersambung ......

No comments: